Samsung Galaxy S5 (SM-G900f) ialah device yang akan saya gunakan untuk testing game yang tidak bisa saya mainkan di android dengan saluran root. Untuk ketika ini saya biarkan dalamnya tidak saya sentuh doloe. hehee
jujur saja, pertama mula tujuan beli ialah untuk testing game yang tidak bisa dimainkan di android dengan OS Lollipop ke atas. Sebenarnya saya tidak terpaku dalam brand tertentu. Karena yang saya inginkan ialah membeli HH android dengan versi OS pertama Kitkat. Tidak peduli apakah sudah terupgrade ke Lollipop atau malah ke Marshmallow. kan bisa di flash firmware di bawahnya. Sulit sekali mencari android dengan OS dasar Kitkat kini ini, alasannya ialah yang beredar di lembaga jual beli barang bekas kini malah tipe-tipe device terbaru atau malah jauh di bawahnya. Bekas? Yups, kalau saya kaya, sudah bisa di pastikan saya akan beli Note 8 gres hahaha. atau setidaknya S7 Edge.
Ada 2 incaran, antara S5 dengan Sony Xperia Z3. Tapi saya balasannya menentukan S5 karena, harga lebih murah,dan nyari firmware Samsung labih simpel di google (di benak saya waktu itu). Tertarik juga dengan spesifikasinya yang lumayan, yakni Ram 2gb dengan GPU Adreno 330, meski cuman Quad core. Dan balasannya Samsung Galaxy S5 Lollipop pun, saya jemput di rumah yang menjualnya.
Takut juga sebenarnya, alasannya ialah bisa saja saya tertipu dan salah beli dengan supercopy dan HDC. Untung ada google, dengan segala isu berkhasiat di dalamnya. Dari situlah saya tahu perbedaan antara yang orisinil dengan yang supercopy dan HDC. Sebenarnya cara paling simple ialah dengan menggunakan CPU-Z. Sebuah aplikasi yang bisa melihat dengan terang daleman sebuah android. Masa iya CPU Samsung Galaxy S5 MTK? Kan ga mungkin. Karena dari google saya tahu kalau CPU/GPU S5 di negara ini dengan arahan SM-G900h ialah Exynos/ Mali. Dan ada beberapa lainnya termasuk jenis Global SM-G900f punya CPU/ GPU Qualcomm/ Adreno.
Dari S5 inilah saya tahu bagaimana deg-deg'annya gagal flash firmware. Yups, alasannya ialah kecerobohan dan kegoblokan aku, S5 pribadi saya flash ke Kitkat keesokan harinya sehabis mendownload 2 firmware yang kata dari sumbernya ialah untuk Samsung Galaxy S5 SM-G900f. Pas flash ke firmware Kitkat S5 yang gres saya dapatkan ini pribadi mati guys. Di nyalakan bunyi nyala, tapi layar benar-benar blanks hitam. Bingung dan plola plolo selama hampir satu jam menyesali kegoblokan aku. Untung nekat pribadi gua flash ke Firmware satunya Marshmallow. Lega, S5 saya pribadi normal kembali. Dasar sialun, niat downgrade malah ke upgrade.
Kemungkinan gagal flash firmware dari apa yang saya alami mungkin ialah alasannya ialah saya tidak mendapatkannya di sammobile. Saya begitu malas download dari situ, alasannya ialah di batasi kecepatannya. Bisa seharian nungguinnya, itupun dengan download'an yang tidak bisa di resume. Tidak di sangka, nyari firmware S5 begitu susah ketika ini. Banyak links yang sudah expired.
Sejauh saya menggunakan S5 ini problemnya ialah di daya tahan baterainya yang kalah di banding rata-rata android yang keluar ketika ini. Mau bagaimana lagi, kapasitas baterainya cuman 2800 mAh, dengan banyaknya fitur yang tersedia, sangat masuk akal bila baterai lebih cepat habis. Tapi, untuk dilema layar dan performa, bisa di bilang tidak ada dilema dan sangat nyaman di gunakan.
Sekian curhat dari aku. Beberapa hari ini tidak begitu serius untuk mengelola blog. Karena saya sangat ingin memainkan dan memposting game-game lawas yang ketika ini tidak bisa saya mainkan. Misalnya Dungeon Hunter 3, God HD, Sonic Racing dan lain sebagainya.
Thanks untuk yang sudah berkunjung di blog cupu aku.
Tag :
Android saya

0 Komentar untuk "Samsung Galaxy S5 (Sm-G900f)"